Selasa, 25 Maret 2025

Thrifting: Gaya Hemat, Unik, dan Ramah Lingkungan yang Sangat di Sukai

 

Foto: Indozone Travel

Tren thrifting yang berkembang di kalangan anak muda, faktor-faktor yang memengaruhi popularitasnya, perubahan pola belanja dari pasar tradisional ke platform digital, serta berbagai cara dalam memilih dan membeli barang bekas.

Dalam beberapa tahun terakhir, tren thrifting atau belanja barang bekas semakin digandrungi, terutama oleh kalangan anak muda. Thrifting bukan sekadar cara untuk mendapatkan pakaian dengan harga murah, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

Dari toko-toko barang bekas hingga pasar loak dan thrift shop online, masyarakat semakin tertarik untuk berburu pakaian, aksesoris, hingga perabotan dengan harga terjangkau. Lalu, apa yang membuat thrifting begitu diminati, dan bagaimana perkembangannya di Indonesia?

Mengapa Thrifting Menjadi Tren?

  1. Harga yang Terjangkau
    Salah satu alasan utama mengapa orang menyukai thrifting adalah karena harganya yang jauh lebih murah dibandingkan barang baru di toko ritel. Dengan budget terbatas, seseorang bisa mendapatkan pakaian branded atau berkualitas dengan harga yang jauh lebih hemat.

  2. Unik dan Vintage
    Banyak orang mencari pakaian bekas karena ingin tampil unik dengan gaya yang tidak pasaran. Thrift shop sering kali menawarkan koleksi pakaian vintage yang sulit ditemukan di toko biasa.

  3. Ramah Lingkungan
    Thrifting juga dianggap sebagai bentuk konsumsi yang lebih berkelanjutan. Dengan membeli barang bekas, kita membantu mengurangi limbah tekstil dan mendukung konsep fashion yang lebih bertanggung jawab. Industri fashion cepat (fast fashion) dikenal sebagai salah satu penyumbang polusi terbesar di dunia, sehingga membeli pakaian secondhand bisa menjadi langkah kecil dalam mengurangi dampak lingkungan.

  4. Kesempatan Berbisnis
    Banyak orang memanfaatkan tren thrifting sebagai peluang usaha. Dengan modal kecil, mereka bisa membeli barang bekas dalam jumlah banyak, lalu menjualnya kembali dengan harga yang lebih tinggi setelah diseleksi dan dibersihkan.

Thrifting di Indonesia: Dari Pasar Tradisional ke Online Shop

Di Indonesia, thrifting sudah bukan hal baru. Pasar-pasar seperti Pasar Senen (Jakarta), Pasar Cimol Gedebage (Bandung), dan Pasar Klithikan (Yogyakarta) telah lama dikenal sebagai surga bagi para pemburu barang secondhand. Namun, perkembangan teknologi dan media sosial telah membawa thrifting ke level yang lebih luas.

Kini, banyak thrift shop bermunculan di platform seperti Instagram, Shopee, dan TikTok Shop. Mereka menjual berbagai koleksi pakaian bekas dengan konsep yang lebih modern dan menarik, membuat thrifting semakin mudah diakses oleh banyak orang.

Tips Berburu Barang di Thrift Shop

Bagi yang ingin mencoba thrifting, berikut beberapa tips agar bisa mendapatkan barang terbaik:Cek kualitas barang – Periksa dengan teliti apakah ada noda, sobekan, atau kerusakan lainnya.

  • Cari tahu harga pasaran – Beberapa barang branded secondhand tetap memiliki nilai jual tinggi, jadi pastikan Anda tahu harga wajar sebelum membeli.
  • Cuci sebelum dipakai – Karena barang thrifting adalah bekas pakai, pastikan mencucinya dengan baik sebelum digunakan.
  • Sabar dan teliti – Berburu barang thrift sering kali memerlukan waktu lebih lama dibandingkan belanja di toko biasa. Tapi dengan kesabaran, Anda bisa menemukan item yang benar-benar worth it.

Kesimpulan

Thrifting bukan hanya sekadar cara untuk mendapatkan pakaian murah, tetapi juga sebuah tren yang menggabungkan gaya, keberlanjutan, dan kreativitas. Dengan semakin berkembangnya thrifting di Indonesia, banyak orang kini memiliki alternatif belanja yang lebih ramah lingkungan dan ekonomis.

Keajaiban Kopi, Lebih dari Sekadar Minuman Penyemangat

 

Foto: Ilustrasi Istock

Kopi bukan sekadar minuman berkafein yang membantu kita tetap terjaga. Bagi sebagian besar orang, kopi adalah bagian dari gaya hidup, tradisi, bahkan seni yang memiliki makna mendalam. 

Dari secangkir kopi pagi hingga ritual menikmati espresso di sore hari, kopi telah menjadi bagian penting dalam kehidupan banyak orang di seluruh dunia.

Namun, tahukah Anda bahwa kopi memiliki sejarah panjang, beragam manfaat kesehatan, serta dampak sosial dan ekonomi yang besar? Mari kita eksplorasi lebih jauh tentang keajaiban kopi yang mungkin belum banyak diketahui.

Sejarah Kopi: Dari Ethiopia ke Seluruh Dunia

Menurut legenda, kopi pertama kali ditemukan di Ethiopia oleh seorang penggembala bernama Kaldi. Ia memperhatikan bahwa kambing-kambingnya menjadi lebih berenergi setelah memakan buah dari pohon kopi. Setelah mencoba sendiri, ia merasakan efek serupa dan kemudian membagikan penemuannya kepada para biksu di sekitarnya. Sejak saat itu, kopi mulai digunakan sebagai minuman yang dapat meningkatkan fokus dan daya tahan tubuh.

Dari Ethiopia, kopi menyebar ke dunia Arab, khususnya di Yaman, pada abad ke-15. Minuman ini kemudian menjadi populer di seluruh Timur Tengah, Turki, dan Persia. Pada abad ke-17, kopi mulai diperkenalkan ke Eropa dan menjadi minuman favorit di kalangan bangsawan serta intelektual. Dari sana, kopi berkembang pesat hingga menjadi industri global seperti yang kita kenal saat ini.

Lebih dari Sekadar Kafein: Manfaat Kesehatan Kopi

Selain memberikan dorongan energi, kopi juga memiliki berbagai manfaat kesehatan yang didukung oleh penelitian ilmiah.

1. Meningkatkan Konsentrasi dan Daya Ingat Kafein dalam kopi dapat membantu meningkatkan fungsi otak, termasuk fokus, daya ingat, dan waktu reaksi. Oleh karena itu, banyak orang mengandalkan kopi untuk tetap produktif sepanjang hari.

2. Mengandung Antioksidan Tinggi Kopi mengandung berbagai antioksidan yang dapat melawan radikal bebas dalam tubuh. Antioksidan ini berperan dalam mengurangi risiko penyakit kronis, seperti diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

3. Menurunkan Risiko Penyakit Neurodegeneratif Studi menunjukkan bahwa konsumsi kopi secara rutin dapat membantu menurunkan risiko penyakit Alzheimer dan Parkinson. Hal ini karena kafein memiliki efek perlindungan terhadap sel-sel otak.

4. Membantu Pembakaran Lemak Kopi dapat meningkatkan metabolisme tubuh dan membantu pembakaran lemak, sehingga sering digunakan sebagai bahan dalam suplemen pembakar lemak. 

5. Melindungi Hati Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kopi dapat menurunkan risiko penyakit hati, termasuk sirosis dan kanker hati.

Namun, perlu diingat bahwa manfaat kopi ini bisa berkurang jika dikonsumsi secara berlebihan atau dengan tambahan gula dan susu dalam jumlah besar.

Budaya Kopi: Dari Warung Kopi ke Third Wave Coffee

Kopi bukan hanya tentang rasa, tetapi juga tentang budaya yang terbentuk di sekitarnya. Di Indonesia, warung kopi atau "warkop" menjadi tempat nongkrong favorit bagi berbagai kalangan, dari mahasiswa hingga pekerja kantoran. Warkop tidak hanya menyajikan kopi, tetapi juga menjadi tempat diskusi dan berbagi cerita.

Selain warkop tradisional, budaya kopi global juga mengalami perubahan dengan munculnya gelombang ketiga kopi atau Third Wave Coffee. Gerakan ini menekankan kualitas biji kopi, metode penyeduhan yang lebih presisi, dan pengalaman menikmati kopi sebagai seni. Barista tidak hanya sekadar membuat kopi, tetapi juga menjadi seniman yang meracik rasa terbaik dari biji kopi pilihan.

Metode penyeduhan manual seperti pour-over, AeroPress, dan siphon semakin populer, menggantikan metode tradisional seperti kopi tubruk atau kopi instan. Kedai kopi modern kini menawarkan berbagai jenis kopi single-origin, yang memungkinkan penikmat kopi merasakan karakter unik dari setiap daerah penghasil kopi, seperti kopi Gayo dari Aceh, kopi Toraja dari Sulawesi, atau kopi Kintamani dari Bali.

Dampak Sosial dan Ekonomi Kopi

Industri kopi tidak hanya berdampak pada budaya, tetapi juga ekonomi dan kehidupan banyak orang, terutama para petani kopi. Indonesia merupakan salah satu produsen kopi terbesar di dunia, dengan ribuan petani yang menggantungkan hidupnya pada industri ini.

Namun, tantangan bagi para petani kopi cukup besar. Perubahan iklim, harga kopi yang fluktuatif, serta sistem perdagangan yang sering kali tidak adil dapat mempengaruhi kesejahteraan mereka. Oleh karena itu, muncul gerakan perdagangan kopi yang lebih berkelanjutan, seperti fair trade dan direct trade, yang bertujuan untuk memastikan petani mendapatkan harga yang layak untuk hasil panennya.

Di sisi lain, kopi juga menciptakan lapangan pekerjaan bagi banyak orang, dari barista, roaster, hingga pengusaha kopi. Industri ini terus berkembang seiring dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap kopi berkualitas tinggi.

Kesimpulan: Kopi, Lebih dari Sekadar Minuman

Kopi bukan hanya sekadar minuman yang memberikan energi, tetapi juga memiliki sejarah panjang, manfaat kesehatan, dan peran besar dalam budaya serta ekonomi. Dari warung kopi sederhana hingga kafe modern yang menyajikan kopi dengan teknik khusus, kopi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan banyak orang.

Dengan semakin berkembangnya industri kopi, ada baiknya kita mulai lebih menghargai secangkir kopi yang kita nikmati. Mulai dari memahami asal-usul biji kopi, mendukung petani lokal, hingga mencoba berbagai metode penyeduhan, semua ini bisa membuat pengalaman minum kopi menjadi lebih berarti.

Jadi, apakah Anda sudah menikmati secangkir kopi hari ini? 

Euforia GBK! Suporter Timnas Indonesia Rayakan Kemenangan Dramatis atas Bahrain

 

Foto: Bola.com

Gol Tunggal Ole Romeny dan Dukungan Tanpa Henti dari Tribun Membawa Indonesia Selangkah Lebih Dekat ke Piala Dunia 2026


Jakarta – Stadion Gelora Bung Karno (GBK) memerah lautan suporter Timnas Indonesia yang bersorak merayakan kemenangan 1-0 atas Bahrain dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Gol tunggal yang diciptakan oleh Ole Romeny membawa Indonesia selangkah lebih dekat menuju impian tampil di Piala Dunia.

Dari sore hari, ribuan suporter telah memadati area sekitar stadion. Chant-chant khas Garuda menggema, mengiringi langkah para pemain saat memasuki lapangan. Ketika pertandingan dimulai, atmosfer di GBK semakin membara. Setiap serangan yang dibangun Indonesia disambut dengan teriakan dan hentakan drum dari tribun.

Pada menit ke-24, gol yang dinantikan akhirnya tercipta. Marselino Ferdinan mengirimkan umpan matang kepada Ole Romeny, yang langsung melepaskan tembakan ke gawang Bahrain. Bola meluncur mulus melewati kiper Ebrahim Lutfallah. Sontak, seluruh stadion bergemuruh. Ribuan suporter melompat kegirangan, suaranya mengguncang GBK. 

Memasuki babak kedua, Indonesia harus berjuang keras mempertahankan keunggulan. Bahrain terus menekan, tetapi barisan pertahanan yang dikomandoi Jay Idzes dan Justin Hubner tampil solid. Beberapa kali serangan tim tamu membuat jantung para suporter berdebar.

Pada menit ke-80, ketika Bahrain mendapatkan peluang emas dari tendangan bebas, tribun GBK semakin riuh. Seluruh suporter berdiri, meneriakkan dukungan kepada Maarten Paes yang berdiri kokoh di bawah mistar gawang. Ketika kiper naturalisasi itu berhasil menepis bola, sorakan "Paes! Paes! Paes!" menggema di seluruh stadion.

Ketika wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan usai, seisi stadion meledak dalam euforia. Para pemain berlari ke arah tribun, mengangkat tangan sebagai bentuk terima kasih kepada suporter yang telah mendukung tanpa henti. Lagu "Garuda di Dadaku" berkumandang dari ribuan suara, menyatukan seluruh elemen di dalam stadion.

Di luar stadion, konvoi suporter merayakan kemenangan ini dengan nyanyian dan bendera merah putih berkibar. Beberapa fans bahkan tak bisa menahan air mata haru. 

Dengan kemenangan ini, Indonesia semakin percaya diri menatap pertandingan berikutnya. Suporter berharap tim bisa menjaga momentum dan melanjutkan perjuangan hingga lolos ke Piala Dunia 2026.

Malam di GBK itu menjadi bukti betapa sepak bola lebih dari sekadar olahraga bagi Indonesia. Ini adalah kebanggaan, semangat, dan harapan jutaan rakyat yang ingin melihat Merah Putih berkibar di panggung dunia.


RUU TNI Picu Gelombang Protes, Ribuan Massa Kepung DPR

 

Foto: Tirto.id

Mahasiswa dan aktivis turun ke jalan menolak revisi UU TNI yang dinilai berpotensi mengembalikan peran militer dalam ranah sipil. DPR tetap melanjutkan pembahasan meski mendapat penolakan luas.

Jakarta – Ribuan mahasiswa dan aktivis dari berbagai organisasi menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, menolak Revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (RUU TNI). Mereka menilai revisi ini berpotensi mengembalikan peran militer dalam ranah sipil dan melemahkan supremasi sipil dalam sistem demokrasi.

Aksi yang digerakkan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dan Koalisi Masyarakat Sipil ini berlangsung sejak pagi. Massa membawa berbagai spanduk bertuliskan "TNI Kembali ke Barak!" dan "Tolak Militerisasi Jabatan Sipil!".

Dalam orasinya, perwakilan demonstran menyatakan bahwa RUU TNI dapat membuka jalan bagi militer untuk kembali berperan di sektor-sektor non-pertahanan.

"Revisi ini bertentangan dengan semangat reformasi 1998 yang menegaskan bahwa TNI harus fokus pada pertahanan negara, bukan terlibat dalam urusan sipil," kata salah satu orator dari atas mobil komando.

Untuk mengamankan aksi, kepolisian dan TNI menerjunkan 5.021 personel gabungan. Jalan Gatot Subroto di sekitar Gedung DPR sempat ditutup untuk mengantisipasi lonjakan massa.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, menegaskan bahwa aparat telah diperintahkan untuk bersikap persuasif dan tidak membawa senjata api.

"Kami memastikan hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat tetap dihormati selama aksi berlangsung damai," ujarnya.

Aksi sempat memanas ketika massa mencoba merangsek lebih dekat ke gerbang DPR, namun situasi segera dikendalikan oleh koordinator lapangan.

Meski mendapat gelombang penolakan, DPR RI tetap melanjutkan pembahasan RUU TNI. Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyebut revisi ini bertujuan memperkuat peran TNI dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

Namun, kelompok penolak menilai revisi ini bisa menjadi celah bagi militer untuk kembali terlibat dalam jabatan sipil, seperti di era Orde Baru.

Demonstran menegaskan bahwa aksi ini bukan yang terakhir. BEM SI dan Koalisi Masyarakat Sipil berencana menggelar unjuk rasa lanjutan jika revisi tetap dilanjutkan tanpa melibatkan partisipasi publik secara luas.

Situasi politik terkait RUU TNI diperkirakan akan terus berkembang dalam beberapa hari ke depan. Masyarakat kini menunggu langkah selanjutnya dari DPR dan pemerintah terkait polemik yang terus bergulir ini.


Selasa, 18 Maret 2025

Judydoll Resmi Hadir di Indonesia, Tawarkan Beragam Produk Kecantikan Bersertifikat BPOM

 

Foto: Cantika.com

Judydoll, kosmetik asal China, resmi hadir di Indonesia lewat Jakarta X Beauty 2024 dengan 60 produk bersertifikasi BPOM.

Jakarta – Judydoll, merek kosmetik asal China, secara resmi memasuki pasar Indonesia melalui acara Jakarta X Beauty 2024 yang berlangsung di Jakarta Pusat. Kehadiran Judydoll menambah pilihan bagi pecinta makeup dengan menghadirkan lebih dari 60 jenis produk kecantikan yang telah mendapatkan sertifikasi BPOM.

Sejumlah produk unggulan turut diperkenalkan dalam peluncuran ini, di antaranya Iron Mascara dan Iron Lip Gloss, yang sudah lebih dulu populer di negara asalnya. Selain itu, Judydoll juga menawarkan Slim Liquid Eyeliner serta Highlight and Contour Palette, produk inovatif yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan riasan wajah yang natural maupun glamor.

Judydoll menargetkan pasar anak muda dan pencinta kosmetik yang menginginkan produk berkualitas dengan harga terjangkau. Dengan desain kemasan yang menarik serta formula ringan yang cocok untuk pemakaian sehari-hari, Judydoll optimistis dapat bersaing dengan merek-merek kecantikan lain yang telah lebih dulu hadir di Indonesia.

Untuk memperkuat penetrasi pasar, Judydoll menerapkan strategi pemasaran digital melalui platform e-commerce seperti Shopee dan Tokopedia, serta menggandeng beauty influencer dan makeup artist ternama di Indonesia. Selain itu, mereka juga berencana membuka gerai fisik di beberapa pusat perbelanjaan besar di Jakarta dan kota-kota lainnya.

“Kami sangat senang bisa hadir di Indonesia dan berharap produk-produk kami dapat diterima dengan baik oleh konsumen. Kami berkomitmen menghadirkan makeup berkualitas dengan harga terjangkau,” ujar perwakilan Judydoll dalam acara peluncuran.

Kehadiran Judydoll di Indonesia mendapatkan respons positif dari pengunjung acara Jakarta X Beauty 2024. Beberapa konsumen mengungkapkan ketertarikannya terhadap produk-produk Judydoll, terutama karena tekstur ringan dan pilihan warna yang variatif.

"Saya suka dengan konsep produk mereka, terutama lip gloss-nya yang memberikan efek glossy tapi tetap nyaman di bibir. Harganya juga cukup bersaing dibandingkan dengan merek-merek internasional lainnya," ujar Putri, salah satu pengunjung acara.

Dengan masuknya Judydoll ke pasar Indonesia, persaingan industri kecantikan semakin menarik, terutama dengan semakin banyaknya merek internasional yang berlomba-lomba menawarkan inovasi dan kualitas terbaik bagi konsumen lokal.



Pramono Anung dan Rano Karno Deklarasikan Kemenangan Pilgub DKI Jakarta

 

Foto: Youtube Metro Tv



Pramono Anung dan Rano Karno mengklaim menang satu putaran di Pilgub DKI 2024 usai meraih 50,07 persen suara.

Jakarta – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Pramono Anung dan Rano Karno, menggelar konferensi pers di Jakarta Selatan pada Kamis (28/11). Dalam pernyataan resminya, mereka mengklaim kemenangan di Pilgub DKI Jakarta 2024 setelah meraih suara lebih dari 50 persen.

Pramono menyatakan bahwa berdasarkan real count Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI Jakarta dan data formulir C hasil KWK, pasangan ini memperoleh 2.183.577 suara atau 50,07 persen. Angka tersebut memenuhi syarat kemenangan dalam satu putaran sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2007 dan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang pemilihan kepala daerah. Dengan perolehan 50 persen plus 2.943 suara, mereka meyakini telah mengamankan kemenangan tanpa perlu melangsungkan putaran kedua.

“Dengan perolehan 50 persen plus 2.943 suara, kami memenuhi syarat kemenangan dalam satu putaran. Setiap suara dari masyarakat sangat berarti dalam pemilihan ini,” ujar Pramono.

Dalam kesempatan yang sama, Pramono dan Rano menyampaikan apresiasi kepada KPUD DKI Jakarta atas transparansi dalam proses penghitungan suara. Mereka juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Jakarta yang telah menggunakan hak pilihnya serta kepada berbagai pihak yang telah membantu kelancaran penyelenggaraan pemilu. Rano Karno menegaskan bahwa pemilu ini berlangsung secara adil, jujur, dan damai, berkat partisipasi aktif semua pihak, termasuk para petugas pemilu dan masyarakat yang turut mengawasi jalannya proses demokrasi.

“Kami berterima kasih kepada seluruh warga Jakarta yang telah memberikan hak suaranya. Pemilu ini berlangsung secara adil, jujur, dan damai berkat partisipasi semua pihak,” kata Rano Karno.

Setelah deklarasi kemenangan ini, Pramono dan Rano menunggu pengumuman resmi dari KPUD DKI Jakarta. Mereka berkomitmen untuk menjalankan program-program yang telah dijanjikan selama kampanye, termasuk peningkatan layanan transportasi, penyediaan lapangan kerja, serta perbaikan infrastruktur ibu kota.

“Kami siap bekerja untuk Jakarta yang lebih baik sesuai dengan harapan warga,” tutup Pramono dalam konferensi pers tersebut.

Dengan hasil ini, Pramono Anung dan Rano Karno diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi Jakarta dalam lima tahun ke depan.

Minat Baca di Jakarta Meningkat, Tantangan Literasi Masih Ada

Foto:@nesiaerlanda

Dukungan Pemerintah dan Komunitas Literasi Berperan Besar dalam Meningkatkan Budaya Membaca di Tengah Perkembangan Teknologi. 


Jakarta, 18 Maret 2025 – Minat baca masyarakat Jakarta mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) DKI Jakarta, indeks kegemaran membaca warga Jakarta mencapai angka 72,93 pada tahun 2024, yang termasuk dalam kategori tinggi. Tren positif ini menunjukkan bahwa literasi semakin menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat perkotaan.

Namun, meskipun angka literasi membaik, tantangan dalam dunia literasi di Jakarta masih cukup besar, terutama terkait akses buku dan kebiasaan membaca di era digital.

Berdasarkan survei yang dilakukan Dispusip DKI Jakarta, peningkatan jumlah pembaca di Jakarta terjadi karena beberapa faktor, seperti meningkatnya jumlah perpustakaan, mudahnya akses buku digital. 

Selain itu, banyak komunitas literasi yang aktif mengadakan kegiatan seperti bedah buku, diskusi, dan bazar buku murah. Acara seperti Indonesia International Book Fair (IIBF) dan Big Bad Wolf juga turut mendorong minat baca dengan menyediakan buku berkualitas dengan harga lebih terjangkau.

Meskipun jumlah pembaca meningkat, tantangan besar tetap ada, terutama dengan semakin dominannya media digital seperti media sosial dan platform streaming. Survei yang dilakukan oleh Lembaga Riset Literasi Indonesia menunjukkan bahwa 65% masyarakat Jakarta lebih banyak menghabiskan waktu di media sosial dibandingkan membaca buku.

Selain itu, akses terhadap bahan bacaan masih belum merata. Beberapa daerah di Jakarta, terutama di pinggiran kota, masih minim fasilitas perpustakaan yang memadai. Hal ini menyebabkan rendahnya minat baca di kalangan masyarakat yang sulit mengakses buku secara langsung.

Untuk mengatasi tantangan ini, pemerintah terus mendorong program perpustakaan keliling agar masyarakat yang tinggal jauh dari pusat kota tetap dapat mengakses buku. Beberapa komunitas literasi juga mulai memanfaatkan media sosial untuk membangun kebiasaan membaca, seperti dengan membuat ulasan buku dalam format video pendek yang lebih menarik bagi anak muda.

Minat baca di Jakarta memang mengalami peningkatan, tetapi tantangan tetap ada, terutama dalam hal distribusi bahan bacaan dan persaingan dengan konten digital. Dengan berbagai inisiatif dari pemerintah, komunitas literasi, dan teknologi digital, diharapkan budaya membaca tetap bertahan dan berkembang di tengah perubahan zaman.


Hari Tani Nasional: Kelompok Tani Hutan Kumbang Bangkitkan Pertanian Perkotaan di Jakarta

 

                       Foto: Dokumentasi Pribadi


KTH Kumbang memanfaatkan lahan tidur untuk pertanian berkelanjutan, menghasilkan sayur, buah, dan ikan dengan metode ramah lingkungan.

Jakarta, 17 Maret 2025 – Di tengah pesatnya urbanisasi di Jakarta, Kelompok Tani Hutan (KTH) Kumbang terus berjuang menghidupkan kembali pertanian perkotaan. Berlokasi di Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, kelompok ini mengelola lahan seluas 1,4 hektare untuk bertani secara mandiri dan berkelanjutan. Dalam peringatan Hari Tani Nasional tahun ini, mereka menyuarakan tantangan yang masih dihadapi serta harapan untuk pertanian yang lebih baik di ibu kota.

Kelompok Tani Hutan Kumbang mulai mengelola lahan tersebut sejak pandemi COVID-19, ketika Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta mengizinkan pemanfaatan lahan tidur. Dengan semangat gotong royong, mereka membangun sistem pertanian berkelanjutan yang mencakup pembibitan, pertanian sayuran dan buah, budidaya ikan, serta produksi pupuk organik.

“Kami ingin membuktikan bahwa pertanian masih bisa berkembang di Jakarta. Lahan ini dulunya tidak terpakai, tetapi kini sudah bisa menghasilkan panen yang cukup untuk memenuhi kebutuhan lokal,” ujar Julio, salah satu anggota KTH Kumbang.

Sejumlah komoditas yang mereka tanam antara lain alpukat Cipedak, cabai, kangkung, singkong, serta budidaya ikan lele dan mujair. Mereka juga memanfaatkan limbah organik untuk membuat pupuk kompos dan pestisida alami, mengurangi ketergantungan pada bahan kimia.

Meskipun telah menunjukkan hasil yang positif, KTH Kumbang menghadapi berbagai kendala, terutama terkait keterbatasan lahan dan fluktuasi harga hasil pertanian.

“Kami hanya mengelola lahan pinjaman, tidak ada jaminan apakah bisa kami pakai dalam jangka panjang. Jika ingin pertanian perkotaan berkembang, pemerintah harus memberikan kepastian akses lahan bagi petani,” kata Siti Rohmah, salah satu petani di kelompok tersebut.

Selain itu, harga hasil panen sering kali tidak stabil. Saat panen melimpah, harga sayur dan buah bisa anjlok, membuat petani kesulitan mendapatkan keuntungan yang layak.

Menanggapi berbagai tantangan yang dihadapi, pemerintah DKI Jakarta melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPKP) berjanji akan memberikan lebih banyak dukungan untuk pertanian perkotaan.

Selain dukungan pemerintah, KTH Kumbang juga berkolaborasi dengan komunitas lain, seperti Young Sayur dan Majelis Sayur, untuk memperluas pasar dan mengembangkan produk pertanian olahan.

“Kami ingin membangun ekosistem pertanian yang lebih kuat di kota ini. Bukan hanya menanam, tetapi juga mengolah hasil panen menjadi produk yang bernilai lebih tinggi,” jelas Julio.

Peringatan Hari Tani Nasional tahun ini menjadi momen refleksi bagi petani perkotaan seperti KTH Kumbang. Mereka berharap pertanian di Jakarta mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah, terutama dalam hal akses lahan, stabilitas harga, dan dukungan fasilitas.

Dengan kolaborasi yang kuat antara petani, komunitas, dan pemerintah, pertanian perkotaan berpotensi menjadi solusi bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat. KTH Kumbang telah membuktikan bahwa meskipun di tengah kota, pertanian tetap bisa berkembang dan berkontribusi bagi lingkungan dan ekonomi lokal.

Revitalisasi Kota Tua Jakarta: Wisata Sejarah Berkonsep Digital Tarik Ribuan Pengunjung

                                       foto:@magicartjakarta_kotatua

Penggunaan teknologi (AR) dan (VR) di Museum Fatahillah dan Museum Bank Indonesia memberikan pengalaman interaktif bagi pengunjung dalam menjelajahi sejarah Batavia.

Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya mengembangkan kawasan Kota Tua sebagai destinasi wisata unggulan dengan konsep yang lebih modern. Sejak awal tahun ini, kawasan bersejarah tersebut mengalami revitalisasi besar-besaran dengan penambahan teknologi digital seperti augmented reality (AR) dan virtual reality (VR), yang memberikan pengalaman wisata lebih interaktif bagi pengunjung.

Revitalisasi ini bertujuan untuk meningkatkan daya tarik wisatawan sekaligus melestarikan warisan budaya yang telah ada sejak masa kolonial. Berdasarkan pantauan di lokasi, ribuan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, memadati area Kota Tua setiap akhir pekan untuk menikmati suasana klasik yang kini dikemas dengan teknologi mutakhir.

Salah satu inovasi terbesar yang diperkenalkan adalah penggunaan AR di Museum Fatahillah. Dengan bantuan aplikasi khusus, pengunjung kini dapat melihat rekonstruksi digital kehidupan di Batavia tempo dulu melalui layar ponsel mereka. Teknologi ini memungkinkan wisatawan untuk menyaksikan bagaimana aktivitas masyarakat, pasar, dan perkantoran pada abad ke-17 hingga ke-19.

Selain Museum Fatahillah, Museum Bank Indonesia juga menghadirkan tur VR yang memungkinkan pengunjung "berjalan" ke dalam era perdagangan VOC hingga era kemerdekaan Indonesia. Hal ini dinilai efektif untuk menarik minat generasi muda yang lebih akrab dengan teknologi.

Sejak diluncurkannya berbagai inovasi digital ini, jumlah wisatawan yang mengunjungi Kota Tua mengalami peningkatan signifikan. Data dari Dinas Pariwisata mencatat bahwa jumlah pengunjung meningkat hingga 40% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Namun, lonjakan wisatawan juga membawa dampak lain, terutama dalam hal kebersihan dan kenyamanan. Sampah yang berserakan di sekitar area wisata menjadi salah satu keluhan utama. Beberapa pengunjung juga mengeluhkan terbatasnya fasilitas umum, seperti toilet dan tempat duduk di area publik.

"Kami senang Kota Tua semakin ramai, tapi fasilitasnya harus lebih diperhatikan. Kadang susah cari tempat duduk atau toilet bersih," kata Ratna, seorang pengunjung asal Bandung.

Menanggapi hal tersebut, Pemprov DKI berjanji akan meningkatkan fasilitas pendukung, termasuk penambahan tempat sampah dan area istirahat bagi wisatawan.

Revitalisasi Kota Tua dengan konsep digital berhasil menarik minat wisatawan dan memperkenalkan sejarah dengan cara yang lebih modern. Meski demikian, lonjakan pengunjung juga menimbulkan tantangan baru yang perlu segera diatasi agar kawasan ini tetap nyaman dan ramah bagi semua orang.

Dengan inovasi yang terus dikembangkan, Kota Tua Jakarta semakin membuktikan dirinya sebagai ikon wisata sejarah yang tidak hanya bernilai edukatif, tetapi juga relevan dengan perkembangan zaman.



Selasa, 11 Maret 2025

Pembangunan LRT di Pramuka Sari : Solusi Transportasi atau Sumber Kemacetan Baru?

 

Foto: Dokumentasi pribadi

Kemacetan Tak Terhindarkan! Pembangunan LRT menyebabkan penyempitan jalan dan antrean kendaraan semakin panjang.

Jakarta — Pembangunan Light Rail Transit (LRT) di Jakarta terus berjalan guna meningkatkan sistem transportasi massal ibu kota. Salah satu titik yang terdampak adalah Jl. Pramuka Sari II, Kebon Manggis, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur

Sejak proyek dimulai, jalur di sekitar lokasi konstruksi mengalami penyempitan yang signifikan. Sebagian besar badan jalan digunakan untuk alat berat dan material proyek, membuat ruang gerak kendaraan semakin terbatas. Hal ini menyebabkan antrean panjang kendaraan, mulai dari mobil pribadi, angkutan umum. 

Situasi semakin sulit karena kendaraan besar seperti truk molen sering kali berhenti di tengah jalan untuk keperluan pengecoran. Akibatnya, arus lalu lintas tersendat, dan banyak pengendara yang terpaksa mencari jalur alternatif melalui jalan kecil di sekitar permukiman warga. Namun, jalan-jalan tersebut tidak dirancang untuk menampung banyaknya kendaraan , sehingga kemacetan juga meluas ke area sekitar.

Kemacetan yang terjadi akibat pembangunan ini berdampak besar bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar area tersebut. Waktu tempuh perjalanan meningkat drastis dibandingkan kondisi normal. Pengemudi ojek online, pekerja, serta pelajar yang harus bepergian setiap hari mengalami kesulitan karena harus menghabiskan waktu lebih lama di jalan.

Selain itu, transportasi umum seperti bus TransJakarta juga mengalami keterlambatan. Jalur yang biasanya dilalui kini tersendat, menyebabkan interval kedatangan bus menjadi lebih lama. Hal ini berdampak pada penumpang yang harus menunggu lebih lama di halte dan menyesuaikan jadwal keberangkatan mereka agar tidak terlambat sampai tujuan.
Foto: Dokumentasi pribadi

Selain kemacetan, warga sekitar juga merasakan dampak dari kebisingan yang dihasilkan oleh proyek ini. Suara klakson kendaraan yang terjebak macet semakin sering terdengar, terutama pada jam-jam padat. Situasi ini memicu ketegangan di antara pengendara, yang tidak jarang berujung pada percekcokan akibat kondisi lalu lintas yang tidak kondusif.

Polusi udara juga menjadi masalah lain yang dirasakan oleh warga sekitar. Debu dari aktivitas konstruksi menyebar ke lingkungan sekitar, mengganggu pernapasan bagi pejalan kaki maupun pengendara. Banyak warga yang mengeluhkan kondisi ini karena berdampak pada kesehatan mereka, terutama bagi anak-anak dan lansia.

Dengan kondisi yang semakin memburuk, masyarakat berharap adanya solusi dari pihak berwenang untuk mengurangi dampak proyek terhadap lalu lintas dan lingkungan. Beberapa langkah yang diharapkan adalah pengaturan arus lalu lintas yang lebih baik, penempatan petugas di titik-titik strategis untuk mengurai kemacetan, serta pengaturan jam kerja alat berat agar tidak mengganggu jam sibuk.

Pembangunan LRT ini diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi sistem transportasi Jakarta dalam jangka panjang. Namun, selama masa konstruksi, diperlukan strategi yang lebih baik agar masyarakat tidak terus-menerus terjebak dalam kemacetan dan gangguan aktivitas sehari-hari.

Street Food Kalibata: Kuliner Kaki Lima dengan Beragam Pilihan

 

Foto: Dokumentasi pribadi

Setiap sore, Kalibata berubah jadi pusat kuliner kaki lima yang ramai. Aromanya menggoda, harganya bersahabat, dan suasananya selalu bikin rindu.

Kalibata, Jakarta Selatan, menjadi salah satu kawasan yang terkenal dengan kuliner kaki limanya. Setiap sore hingga malam, deretan pedagang menjajakan makanan di sepanjang jalan, menarik perhatian banyak orang yang mencari makan dengan harga terjangkau. Kawasan ini selalu ramai oleh pekerja, mahasiswa, dan warga sekitar yang menjadikan street food sebagai pilihan utama untuk makan cepat dan murah.

Ada dua lokasi yang cukup dikenal di Kalibata, yaitu di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata dan di samping rel dekat Kalibata City. Keduanya memiliki daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Kawasan depan TMP lebih luas dan nyaman untuk makan di tempat, sementara area di samping rel menawarkan suasana yang berbeda karena pengunjung bisa menikmati makanan sambil melihat kereta yang melintas.

Pilihan makanan di street food Kalibata sangat beragam. Berbagai jenis makanan berat dan jajanan kaki lima tersedia di sini. Selain itu, minuman segar seperti es teh, jus buah, dan kopi juga mudah ditemukan. Harga yang terjangkau membuat kawasan ini menjadi favorit bagi banyak orang, terutama yang mencari makanan enak tanpa harus mengeluarkan banyak uang.

Foto: Dokumentasi pribadi

Street food di Kalibata tidak hanya menarik warga sekitar, tetapi juga orang-orang dari daerah lain yang penasaran dengan suasananya. Keberagaman makanan dan konsep kaki lima yang khas menjadikan tempat ini ramai setiap hari. Bagi sebagian orang, tempat ini bukan hanya sekadar lokasi untuk makan, tetapi juga tempat untuk berkumpul dan menikmati suasana kota di malam hari.

Meski memiliki banyak keunggulan, street food di Kalibata juga menghadapi beberapa tantangan. Salah satu masalah utama adalah kemacetan yang sering terjadi akibat kendaraan yang berhenti di pinggir jalan untuk membeli makanan. Selain itu, kebersihan masih menjadi perhatian karena sampah dari kemasan makanan sering berserakan di sekitar area jualan. Jika dikelola dengan lebih baik, kawasan ini bisa menjadi pusat kuliner kaki lima yang lebih nyaman dan tertata.



Jajanan Legendaris Jakarta: Es Selendang Mayang yang Mulai Langka

 

Foto: Kompasiana

Minuman Tradisional dengan Cita Rasa Khas yang Melegenda

Jakarta, sebagai ibu kota Indonesia, memiliki beragam kuliner khas yang telah diwariskan turun-temurun. Salah satu jajanan legendaris yang berasal dari budaya Betawi adalah Es Selendang Mayang. Minuman ini dikenal dengan tampilannya yang berwarna-warni serta perpaduan rasa manis, gurih, dan segar yang khas. Namun, di tengah perkembangan zaman dan semakin populernya minuman kekinian, keberadaan Es Selendang Mayang mulai terancam punah.

Es Selendang Mayang telah ada sejak zaman kolonial Belanda dan menjadi salah satu minuman tradisional yang digemari masyarakat Betawi. Nama Selendang Mayang diambil dari bentuk kue tepung beras yang dipotong kotak-kotak dan memiliki warna merah, putih, serta hijau. Warna-warni tersebut menyerupai kain selendang yang sering digunakan oleh perempuan Betawi di masa lalu.

Kelezatan Es Selendang Mayang berasal dari kombinasi bahan-bahannya yang sederhana tetapi menghasilkan rasa yang khas. Kue tepung beras yang kenyal disajikan dengan kuah santan yang gurih serta sirup gula merah yang manis. Biasanya, minuman ini disajikan dengan es batu agar lebih menyegarkan, terutama saat cuaca panas di Jakarta.

Selain rasanya yang unik, Es Selendang Mayang juga memiliki nilai budaya yang kuat. Minuman ini sering disajikan dalam berbagai acara adat dan perayaan khas Betawi, seperti hajatan, pernikahan, dan acara keluarga besar.

Meskipun memiliki sejarah panjang dan menjadi bagian dari budaya Betawi, Es Selendang Mayang semakin sulit ditemukan di Jakarta. Dulu, penjualnya bisa dengan mudah dijumpai di pasar-pasar tradisional, pinggir jalan, atau menggunakan gerobak keliling. Namun, kini hanya segelintir pedagang yang masih bertahan.

Beberapa faktor yang menyebabkan kelangkaan Es Selendang Mayang di antaranya adalah perubahan selera masyarakat, persaingan dengan minuman modern, dan sulitnya regenerasi pedagang tradisional.

Saat ini, banyak masyarakat, terutama generasi muda, lebih tertarik dengan minuman kekinian seperti boba, es kopi susu, dan berbagai varian teh susu dari luar negeri. Minuman-minuman ini lebih mudah ditemukan, dipasarkan secara luas melalui media sosial, serta memiliki kemasan yang menarik. Sebaliknya, Es Selendang Mayang masih identik dengan pedagang kaki lima dan belum banyak mengalami inovasi dalam hal tampilan maupun strategi pemasaran.

Selain itu, proses pembuatan Es Selendang Mayang yang membutuhkan keterampilan khusus juga menjadi tantangan tersendiri. Membuat kue tepung beras dengan tekstur yang pas serta meracik sirup gula merah agar tidak terlalu manis membutuhkan ketelitian. Sayangnya, tidak banyak generasi muda yang tertarik untuk belajar membuatnya, sehingga penjual tradisional yang sudah lanjut usia kesulitan untuk mencari penerus.

Faktor lain yang turut mempengaruhi adalah keterbatasan tempat berjualan bagi pedagang kaki lima. Beberapa area yang dulu menjadi pusat jajanan tradisional kini telah beralih fungsi menjadi pusat perbelanjaan modern atau kawasan bisnis. Hal ini membuat banyak pedagang harus mencari tempat lain atau bahkan berhenti berjualan.

Meskipun jumlah penjual Es Selendang Mayang semakin berkurang, masih ada beberapa upaya yang dilakukan untuk melestarikan minuman khas ini. Beberapa komunitas kuliner dan pelaku bisnis mulai memperkenalkan kembali Es Selendang Mayang dengan inovasi yang lebih modern agar bisa bersaing dengan minuman kekinian.

Beberapa kafe dan restoran di Jakarta telah memasukkan Es Selendang Mayang ke dalam menu mereka dengan sentuhan baru. Ada yang menambahkan topping seperti boba, es krim, atau bahkan mengganti sirup gula merah dengan varian rasa seperti matcha dan taro agar lebih menarik bagi generasi muda. Selain itu, penyajian dalam kemasan yang lebih estetik dan mudah dibawa juga menjadi salah satu strategi agar Es Selendang Mayang bisa lebih diterima di pasar saat ini.

Di sisi lain, media sosial juga memainkan peran penting dalam menghidupkan kembali minuman tradisional ini. Banyak food blogger dan pecinta kuliner yang mulai membagikan konten tentang Es Selendang Mayang, baik dalam bentuk ulasan, resep, maupun rekomendasi tempat yang masih menjualnya. Hal ini membantu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan kuliner tradisional.

Selain inovasi dalam penyajian, beberapa komunitas Betawi dan pemerhati budaya juga mulai mengadakan festival kuliner yang menampilkan jajanan khas seperti Es Selendang Mayang. Festival ini tidak hanya bertujuan untuk mengenalkan kembali minuman tradisional kepada masyarakat luas, tetapi juga memberikan kesempatan bagi pedagang kecil untuk terus bertahan dan mendapatkan lebih banyak pelanggan.

Es Selendang Mayang bukan hanya sekadar minuman, tetapi juga bagian dari identitas budaya Betawi yang perlu dijaga agar tidak punah. Jika tidak ada upaya serius untuk melestarikannya, bukan tidak mungkin minuman ini hanya akan menjadi kenangan yang tersimpan dalam buku sejarah kuliner Indonesia.

Dengan adanya inovasi, dukungan dari komunitas kuliner, serta peran aktif media sosial, masih ada harapan agar Es Selendang Mayang bisa kembali populer dan tetap menjadi bagian dari keseharian masyarakat Jakarta. Masyarakat juga diharapkan dapat lebih menghargai dan mendukung jajanan tradisional dengan memilih untuk membeli dan mengonsumsi produk lokal agar keberadaannya tetap terjaga.

Sebagai warisan kuliner yang telah ada sejak lama, Es Selendang Mayang layak untuk terus dilestarikan. Dengan sedikit adaptasi dan promosi yang lebih luas, minuman ini bisa kembali menjadi favorit di tengah masyarakat modern, sekaligus menjaga keberagaman rasa dan budaya kuliner Indonesia.


Penemuan Mayat Ibu dan Anak di Dalam Penampungan Air.

 

foto: Dokumentasi pribadi

"Tragis! Ibu dan Anak Ditemukan Tewas Dalam Toren Air Rumahnya di jalan Angke Barat RT 5/2, Angke, Tambora, Jakarta Barat"


Jakarta — Warga Jalan Angke Barat RT 05/RW 02, Tambora, Jakarta Barat, digemparkan oleh penemuan jasad seorang ibu dan anak perempuannya yang ditemukan tewas di dalam toren air rumah mereka pada Kamis malam, 6 Maret 2025. Korban diketahui berinisial TSL (59) dan anaknya, ES (35). 

Penemuan tragis ini bermula dari laporan Ronny (32), anak kedua TSL, yang merasa cemas karena tidak dapat menghubungi ibu dan kakaknya sejak 1 Maret 2025. Kekhawatirannya meningkat setelah mencium bau busuk dari rumah tersebut. Setelah melakukan pemeriksaan, Ronny menemukan jasad ibu dan kakaknya di dalam toren air dan segera melaporkan temuannya ke pihak kepolisian.  

Petugas dari Polsek Tambora dan Polres Metro Jakarta Barat segera tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan evakuasi jenazah. Proses evakuasi berlangsung hingga Jumat dini hari, 7 Maret 2025, sekitar pukul 01.30 WIB.  

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Arfan Zulkan Sipayung, mengungkapkan bahwa hasil visum dari RS Polri Kramat Jati menunjukkan adanya luka di bagian kepala kedua korban, diduga akibat hantaman benda tumpul. "Kami menduga kuat ini adalah kasus pembunuhan," ujarnya.  

Pihak kepolisian telah mengantongi identitas pelaku dan tengah melakukan pengejaran. Namun, hingga saat ini, motif di balik pembunuhan tersebut masih dalam penyelidikan.  

Ketua RT setempat, Sripriyanty, menyatakan bahwa korban TSL dilaporkan hilang sejak Sabtu, 1 Maret 2025, oleh anaknya, Ronny. "Kami menerima laporan orang hilang dari anak TSL yang mengeluhkan ibunya tidak kunjung pulang ke rumah," ujarnya.  

Warga sekitar mengaku terkejut dan tidak menyangka bahwa ibu dan anak tersebut ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Rumah korban selama ini terlihat sepi, sehingga banyak yang mengira mereka sedang pulang kampung. Bau menyengat yang terus menguat akhirnya membuat warga curiga hingga akhirnya ditemukan fakta yang mengejutkan. 

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi hingga hasil autopsi dan penyelidikan selesai dilakukan. "Kami minta masyarakat tetap tenang dan menunggu informasi resmi dari pihak berwenang," tambah Kompol Dedi. 

Hingga berita ini diturunkan, proses penyelidikan masih terus berlangsung dan polisi berjanji akan mengusut tuntas kasus yang menggemparkan ini. 

Minggu, 02 Maret 2025

Bayangan Sejarah di Sudirman

Menggambarkan wajah kota di malam hari yang tenang, hidup, dan penuh makna.

Patung Jenderal Sudirman berdiri megah di kawasan utama Jakarta, tepatnya di Jalan Jenderal Sudirman, dekat kawasan Sudirman Central Business District (SCBD). Patung ini menggambarkan sosok Jenderal Sudirman, Panglima Besar Tentara Nasional Indonesia pertama yang dikenal karena keberaniannya memimpin perang gerilya melawan penjajah meskipun dalam kondisi sakit.

Dibangun pada tahun 2001, patung setinggi 6,5 meter ini merupakan hasil karya seniman Sunaryo dan menjadi bagian dari upaya untuk mengenang jasa para pahlawan nasional di ruang publik ibu kota. Sosok Jenderal Sudirman dalam patung digambarkan berdiri tegap, mengenakan seragam militer lengkap, dengan satu tangan memegang tongkat komando dan wajah yang menatap lurus ke depan.

Makna simboliknya cukup kuat: postur yang tegap mencerminkan keteguhan hati, kepemimpinan yang bijaksana, dan semangat pantang menyerah, nilai-nilai yang ditanamkan oleh Jenderal Sudirman selama masa perjuangan kemerdekaan. Patung ini juga merepresentasikan dedikasi tinggi terhadap bangsa. (KVN).

Pemuda dan Api yang Tak Pernah Padam

Patung Pemuda Membangun terletak di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, tidak jauh dari pusat aktivitas olahraga nasional. Patung ini menampil...