Selasa, 11 Maret 2025

Pembangunan LRT di Pramuka Sari : Solusi Transportasi atau Sumber Kemacetan Baru?

 

Foto: Dokumentasi pribadi

Kemacetan Tak Terhindarkan! Pembangunan LRT menyebabkan penyempitan jalan dan antrean kendaraan semakin panjang.

Jakarta — Pembangunan Light Rail Transit (LRT) di Jakarta terus berjalan guna meningkatkan sistem transportasi massal ibu kota. Salah satu titik yang terdampak adalah Jl. Pramuka Sari II, Kebon Manggis, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur

Sejak proyek dimulai, jalur di sekitar lokasi konstruksi mengalami penyempitan yang signifikan. Sebagian besar badan jalan digunakan untuk alat berat dan material proyek, membuat ruang gerak kendaraan semakin terbatas. Hal ini menyebabkan antrean panjang kendaraan, mulai dari mobil pribadi, angkutan umum. 

Situasi semakin sulit karena kendaraan besar seperti truk molen sering kali berhenti di tengah jalan untuk keperluan pengecoran. Akibatnya, arus lalu lintas tersendat, dan banyak pengendara yang terpaksa mencari jalur alternatif melalui jalan kecil di sekitar permukiman warga. Namun, jalan-jalan tersebut tidak dirancang untuk menampung banyaknya kendaraan , sehingga kemacetan juga meluas ke area sekitar.

Kemacetan yang terjadi akibat pembangunan ini berdampak besar bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar area tersebut. Waktu tempuh perjalanan meningkat drastis dibandingkan kondisi normal. Pengemudi ojek online, pekerja, serta pelajar yang harus bepergian setiap hari mengalami kesulitan karena harus menghabiskan waktu lebih lama di jalan.

Selain itu, transportasi umum seperti bus TransJakarta juga mengalami keterlambatan. Jalur yang biasanya dilalui kini tersendat, menyebabkan interval kedatangan bus menjadi lebih lama. Hal ini berdampak pada penumpang yang harus menunggu lebih lama di halte dan menyesuaikan jadwal keberangkatan mereka agar tidak terlambat sampai tujuan.
Foto: Dokumentasi pribadi

Selain kemacetan, warga sekitar juga merasakan dampak dari kebisingan yang dihasilkan oleh proyek ini. Suara klakson kendaraan yang terjebak macet semakin sering terdengar, terutama pada jam-jam padat. Situasi ini memicu ketegangan di antara pengendara, yang tidak jarang berujung pada percekcokan akibat kondisi lalu lintas yang tidak kondusif.

Polusi udara juga menjadi masalah lain yang dirasakan oleh warga sekitar. Debu dari aktivitas konstruksi menyebar ke lingkungan sekitar, mengganggu pernapasan bagi pejalan kaki maupun pengendara. Banyak warga yang mengeluhkan kondisi ini karena berdampak pada kesehatan mereka, terutama bagi anak-anak dan lansia.

Dengan kondisi yang semakin memburuk, masyarakat berharap adanya solusi dari pihak berwenang untuk mengurangi dampak proyek terhadap lalu lintas dan lingkungan. Beberapa langkah yang diharapkan adalah pengaturan arus lalu lintas yang lebih baik, penempatan petugas di titik-titik strategis untuk mengurai kemacetan, serta pengaturan jam kerja alat berat agar tidak mengganggu jam sibuk.

Pembangunan LRT ini diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi sistem transportasi Jakarta dalam jangka panjang. Namun, selama masa konstruksi, diperlukan strategi yang lebih baik agar masyarakat tidak terus-menerus terjebak dalam kemacetan dan gangguan aktivitas sehari-hari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pemuda dan Api yang Tak Pernah Padam

Patung Pemuda Membangun terletak di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, tidak jauh dari pusat aktivitas olahraga nasional. Patung ini menampil...