Film Petaka Gunung Gede Menyajikan Kisah Tragis Pendakian Gunung yang Penuh Teror dan Persahabatan
Mengawali tahun 2025, film Petaka Gunung Gede menjadi perbincangan hangat di dunia perfilman Indonesia. Disutradarai oleh Azhar Kinoi Lubis dan diproduksi oleh Starvision Plus, film ini diangkat dari kisah nyata yang sempat viral melalui siniar YouTube Prasodjo Muhammad. Cerita ini mengisahkan pengalaman tragis dua sahabat, Maya Azka dan Ita, saat mendaki Gunung Gede pada tahun 2007.
Film ini menyorot perjalanan Maya dan Ita bersama teman-temannya yang berubah menjadi momen penuh ketegangan dan horor. Teror tak kasat mata mulai muncul ketika mereka diduga melanggar mitos lokal yang melarang perempuan haid mendaki gunung—kepercayaan yang diyakini masyarakat setempat bisa mengundang bencana.
Penampilan Arla Ailani sebagai Maya dan Adzana Ashel sebagai Ita berhasil menciptakan dinamika emosional yang kuat di layar. Mereka didukung oleh akting solid dari Endy Arfian, Raihan Khan, dan Teuku Rifnu Wikana, yang memperkaya suasana mencekam sepanjang film.
Sejak tayang perdana pada 6 Februari 2025, Petaka Gunung Gede telah menarik lebih dari 3 juta penonton di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu film horor lokal terlaris tahun ini. Kesuksesan ini menunjukkan bahwa penonton Indonesia semakin menghargai kisah nyata yang dikemas dengan nuansa budaya dan pesan moral mendalam.
Tak sekadar menawarkan ketegangan, film ini mengajak penonton merenungi pentingnya menghormati alam dan kearifan lokal. Petaka Gunung Gede menjadi tontonan yang tidak hanya memacu adrenalin, tetapi juga menggugah kesadaran akan tradisi dan batas-batas tak tertulis yang hidup di tengah masyarakat.
Bagi para pecinta horor yang mencari cerita penuh emosi dan nilai, film ini menjadi pilihan wajib. Petaka Gunung Gede adalah bukti bahwa kisah nyata bisa menjadi sumber inspirasi sekaligus peringatan akan bahaya yang mengintai jika manusia abai terhadap alam dan budaya sekitarnya.



%20sore%20ini%20telah%20dilakukan%20Pencanangan%20HUT%20ke-498%20Kota%20Jakarta%20di%20Taman%20Literasi%20Martha%20Ch...ebayoran%20Baru,%20Jakarta%20Selatan%20yang%20juga%20dihadiri%20oleh%20Gubernur%20DKI%20Jakarta,%20Pramono%20Anung,%20bersama%20Wakil%20Gubernur%20(Wagub).jpg)
%20tanggal%2011%20-%2017%20Mei%202025,%20Adanya%20fenomena%20Bulan%20Purnama%20pada%20tanggal%2012%20Mei%202025%20berpot.jpg)

