Ribuan petani menggelar unjuk rasa di Jakarta, menuntut reforma agraria yang adil dan mengkritik ketimpangan agraria yang masih terjadi di Indonesia
Jakarta, 22 April 2025 — Ribuan petani dari berbagai daerah berkumpul di Jakarta untuk memperingati Hari Tani Nasional dan menuntut pelaksanaan reforma agraria yang lebih adil. Mereka menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR dan Istana Negara untuk mengingatkan pemerintah akan janji reforma agraria yang belum terwujud secara maksimal. Para petani ini menganggap ketimpangan agraria di Indonesia semakin mencolok, meskipun Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) 1960 sudah mengamanatkan pembagian tanah yang lebih merata.
Aksi ini dipimpin oleh berbagai organisasi petani, seperti Serikat Petani Indonesia (SPI), yang mengajak masyarakat untuk bersama-sama memperjuangkan hak atas tanah. Para petani mengkritik kebijakan pemerintah yang mereka nilai lebih menguntungkan perusahaan besar, sementara petani kecil semakin terpinggirkan. Mereka juga menyoroti sejumlah konflik agraria yang masih belum diselesaikan, yang mengancam kehidupan banyak petani dan masyarakat adat.
Program-program pemerintah, seperti food estate, juga menjadi sorotan karena dianggap tidak memberikan dampak positif bagi petani kecil. Banyak dari mereka yang merasa bahwa kebijakan ini justru memperburuk situasi mereka. Para petani pun menuntut agar pemerintah serius menyelesaikan masalah sengketa tanah yang masih berlarut-larut dan memperhatikan hak-hak masyarakat yang terdampak.
Aksi ini bukan hanya sebagai bentuk protes, tetapi juga sebagai pengingat bahwa reforma agraria yang sejati harus menciptakan kesejahteraan bagi petani kecil dan masyarakat desa. Para petani berharap agar pemerintah segera menindaklanjuti tuntutan mereka dan mengubah kebijakan yang lebih berpihak kepada rakyat, bukan hanya kepada kepentingan segelintir pihak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar