Selasa, 22 April 2025

Kisah Gagah di Udara Pancoran

Patung Pancoran bukan sekadar patung, melambangkan simbol semangat Indonesia untuk menembus langit dan maju di bidang dirgantara.

Patung Pancoran, atau Patung Dirgantara, berdiri gagah di perempatan Pancoran, Jakarta Selatan. Dibangun pada masa Presiden Soekarno tahun 1960-an, patung ini merupakan karya seniman Edhi Sunarso dan menjadi salah satu ikon visual paling dikenal di ibu kota.

Patung ini menggambarkan sosok manusia sedang melompat ke depan dengan satu tangan mengarah ke langit. Gaya dinamis ini bukan tanpa makna. Ia melambangkan semangat kedirgantaraan, yaitu tekad Indonesia untuk meraih kemajuan di bidang penerbangan dan teknologi tinggi.

Nama “Dirgantara” berasal dari bahasa Sanskerta, yang berarti ruang udara atau langit. Maka, patung ini dibangun sebagai wujud kebanggaan atas pencapaian Indonesia dalam dunia penerbangan, termasuk lahirnya Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) dan industri pesawat yang mulai berkembang kala itu.

Berdiri di atas penyangga tinggi, patung ini memiliki kesan kuat: maju, berani, dan tidak ragu menatap masa depan. Itulah pesan yang ingin disampaikan Soekarno—bahwa bangsa Indonesia harus punya mimpi besar, termasuk dalam menjelajahi angkasa.

Hingga kini, Patung Pancoran tetap menjadi ikon kota. Banyak orang melihatnya setiap hari, namun tidak semua tahu filosofi dan semangat besar di balik sosok pria yang seolah hendak terbang itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pemuda dan Api yang Tak Pernah Padam

Patung Pemuda Membangun terletak di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, tidak jauh dari pusat aktivitas olahraga nasional. Patung ini menampil...